SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta membenarkan pelaku perampasan kamera milik Tridiana, wartawan Harian Bhirawa adalah anggota Polrestabes Surabaya. Pihaknya sedang memeriksa oknum polisi tersebut.
"Ternyata benar yang bersangkutan adalah anggota Polrestabes Surabaya. Saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan secara intensif," kata Kapolres usai mediasi dengan wartawan di Gedung Negara Grahadi, Kamis (7/8/2014).
Sayangnya, Setija enggan menyebut secara detail siapa pelaku perampasan itu. Ia hanya menyebut, pelaku memiliki inisial AC yang bertugas sebagai driver salah satu perwira Polrestabes Surabaya.
Mantan Kapolres Sidoarjo itu menjelaskan, terungkapnya identitas pelaku perampasan kamera berkat foto salah satu wartawan yang sempat menjepret kejadian itu. Dari foto itu, kemudian pihaknya melakukan penelusuran.
"Dan ternyata setelah kami telusuri adalah benar anggota Polrestabes Surabaya," tandasnya lagi.
Sejauh ini, sambungnya, baru satu orang yang diketahui sebagai pelaku perampasan. Meski demikian, pihaknya masih mengembangkan kasus kekerasan terhadap awak media tersebut. "Insya Allah setelah pertemuan ini kami akan bermitra dengan rekan-rekan wartawan lagi," harapnya.
Disinggung mengenai sanksi terhadap pelaku, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan internal, termasuk untuk mengetahui motif di balik perampasan itu. "Paling tidak dua minggu lagi pemeriksaan nanti sudah diketahui hasilnya," tambahnya.
Seperti diberitakan, kamera milik Tridiana dirampas kemudian foto-foto di dalamnya dihapus oleh oknum polisi Polrestabes Surabaya. Peristiwa itu terjadi saat Tridiana melakukan peliputan unjuk rasa yang berujung bentrok antara massa pendukung Prabowo-Hatta dengan polisi di sekitaran Kantor KPU Jatim, kemarin siang.
Perampasan kamera yang dilakukan aparat penegak hukum tersebut, sempat memicu aksi solidaritas sejumlah wartawan di Surabaya. Wartawan media cetak dan elektronik menggelar aksi turun ke jalan mengecam tindakan polisi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar